Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan tentu menjadi kewajiban dan dambaan setiap umat Muslim.
Namun, bagi kamu yang memiliki riwayat asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), puasa terkadang mendatangkan kekhawatiran tersendiri.
Perut yang dibiarkan kosong belasan jam sering kali memicu rasa perih, mual, hingga sensasi dada terbakar (heartburn).
Padahal, dengan penyesuaian gaya hidup dan pola makan yang tepat, penderita GERD justru bisa merasakan manfaat kesehatan dari berpuasa, seperti jadwal makan yang lebih teratur.
Baca Juga: Gusi Berdarah Saat Puasa? Dokter Spesialis RSUD SSMA Pontianak Bagikan Tips Jaga Kesehatan Mulut
Agar ibadah tetap lancar dan perut terasa nyaman hingga waktu berbuka tiba, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan.
Berikut adalah panduan aman dan nyaman berpuasa bagi pejuang asam lambung:
1. Pantang Melewatkan Sahur
Bagi penderita GERD, sahur bukanlah sekadar sunah, melainkan “benteng pertahanan” lambung selama berpuasa.
Melewatkan sahur akan membuat perut kosong lebih lama, yang berisiko meningkatkan produksi asam lambung di siang hari.
Usahakan bangun tepat waktu dan konsumsi karbohidrat kompleks seperti oatmeal, nasi merah, atau roti gandum yang proses pencernaannya lebih lambat sehingga perut tidak cepat kosong.
2. Berbuka Tepat Waktu dengan Porsi Kecil
Saat azan magrib berkumandang, segeralah berbuka.
Namun, jangan langsung membalas dendam dengan porsi besar.
Makan terlalu banyak dalam satu waktu akan membuat lambung kaget dan bekerja ekstra keras, sehingga memicu naiknya asam lambung.
Awali dengan segelas air hangat dan beberapa butir kurma, lalu beri jeda waktu (misalnya setelah salat Magrib) sebelum menyantap hidangan utama.
















