Faktakalbar.id, PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Bank Indonesia (BI) menggelar pasar murah yang dirangkaikan dalam program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) serta National Halal Fair (NHF) 2026 di halaman Masjid Mujahidin.
Langkah ini diambil secara spesifik sebagai bentuk intervensi pemerintah untuk menekan laju inflasi daerah selama bulan puasa hingga menjelang hari raya.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyebutkan bahwa ketersediaan pasar murah ini merupakan kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan BI.
Selain memfasilitasi kebutuhan uang tunai, pengendalian harga kebutuhan pokok masyarakat di pasar menjadi prioritas utama.
Baca Juga: Gubernur Kalbar Imbau Warga Tukar Uang Lebih Awal, BI Siapkan Rp3,6 Triliun
“Alhamdullilah acara yang cukup meriah diadakan Bank Indonesia bekerja sama dengan pemerintah daerah yang pertama adalah SERAMBI, penukaran uang rupiah, Halal Fair dan juga disertai dengan pasar murah yang tujuannya menekan angka inflasi daerah,” ujar Norsan saat diwawancarai pada Kamis, (19/2/2026).
Selain fokus pada pengendalian inflasi melalui ketersediaan bahan pokok yang lebih terjangkau, kegiatan ini juga memastikan distribusi uang tunai aman.
















