Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Banyak orang merasa sangat bersemangat saat berbuka, namun mendadak lemas dan mengantuk saat akan melaksanakan salat Tarawih. Kondisi ini biasanya terjadi karena lonjakan gula darah yang drastis akibat makan berlebihan secara mendadak.
Anda wajib mengatur asupan nutrisi pasca-berbuka agar tubuh tetap ringan dan bertenaga untuk berdiri lama. Strategi makan yang tepat menjamin konsentrasi Anda tetap tajam sepanjang rakaat salat.
Berikut panduan menjaga stamina agar Tarawih Anda tetap maksimal:
1. Hindari Makan Berlebih Saat Berbuka
Anda wajib membatasi porsi makan saat azan magrib berkumandang. Perut yang terlalu penuh memaksa jantung memompa darah lebih banyak ke sistem pencernaan daripada ke otak. Hal ini memicu rasa kantuk hebat yang mengganggu kekhusyukan salat Anda.
Baca Juga:Â Taktik Mengajarkan Anak Berpuasa Tanpa Rasa Terpaksa
Cukup batalkan puasa dengan air putih dan sedikit takjil ringan untuk mengembalikan energi instan. Simpan porsi makan besar Anda untuk nanti setelah pulang dari masjid.
2. Batasi Karbohidrat Sederhana dan Gula
Anda harus mengurangi konsumsi nasi putih berlebih atau minuman yang terlalu manis di awal waktu berbuka. Gula sederhana menyebabkan kadar insulin naik cepat dan turun secara mendadak, yang berujung pada kelelahan fisik.
Pilihlah karbohidrat kompleks seperti ubi atau buah-buahan segar untuk energi yang lebih tahan lama. Langkah ini menjaga kestabilan gula darah Anda hingga putaran terakhir salat Tarawih.
3. Jaga Hidrasi Secara Bertahap
Anda wajib meminum air putih secara berkala antara waktu Magrib hingga Isya. Hidrasi yang cukup menjaga sendi dan otot Anda tetap lentur saat melakukan gerakan ruku dan sujud berulang kali. Hindari meminum kopi sebelum Tarawih karena kafein bersifat diuretik yang justru mempercepat dehidrasi.
Air putih membantu oksigen mengalir lancar ke otot, sehingga kaki Anda tidak mudah pegal saat berdiri lama.












