Faktakalbar.id, PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, memberikan penekanan khusus terkait pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah Mempawah dan Landak.
Selain mengejar target investasi, perusahaan diminta serius dalam memperhatikan serapan tenaga kerja lokal dan kelestarian ekosistem pascatambang.
Baca Juga: Sambut Proyek Strategis Nasional, Bupati Mempawah: Anak Kalbar Jangan Hanya Jadi Penonton
Langkah ini diambil guna memastikan bahwa Dampak Proyek Strategis Nasional tidak hanya dirasakan secara administratif, tetapi juga menyentuh kesejahteraan penduduk setempat.
Ria Norsan berharap kehadiran industri besar ini dapat mengubah struktur lapangan kerja yang saat ini masih didominasi sektor pertanian sebesar 41,44 persen.
Warga Lokal Jangan Hanya Jadi Penonton
Dalam forum konsultasi publik di Pontianak, Rabu (18/2/2026), Gubernur menyoroti angka pengangguran dan pekerja paruh waktu di Kalimantan Barat.
Ia mendesak perusahaan strategis seperti PT Borneo Alumina Indonesia dan PT Inalum untuk memberikan kesempatan bagi warga lokal menduduki posisi strategis, bukan hanya sebagai pekerja kasar.
Ria Norsan ingin masyarakat Kalimantan Barat mendapatkan pelatihan keterampilan agar mampu bersaing dalam industri pengolahan alumina yang sedang berkembang.
Hal ini krusial agar keberadaan investasi besar benar-benar mengurangi angka kemiskinan dan ketimpangan di daerah.
















