Baca Juga: Karhutla Kembali Muncul di Rasau Jaya, 20 Personel Gabungan Diterjunkan ke Lokasi
Petugas memperkirakan luas lahan yang terdampak mencapai kurang lebih 10 hektare.
Meskipun cuaca di lokasi dilaporkan cerah, tim gabungan menghadapi tantangan besar karena akses jalan menuju titik api sangat terbatas dan sulit dijangkau kendaraan.
“Api di permukaan sebagian sudah padam, tetapi masih terlihat kepulan asap. Diduga api masih menyala di bawah permukaan tanah gambut,” jelas Andrianto.
Kendala Akses dan Langkah Pencegahan
Dalam operasional ini, petugas didukung oleh satu truk roda enam, tiga kendaraan roda empat, dan delapan sepeda motor.
Andrianto menambahkan bahwa penyebab pasti munculnya api masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
“Lokasi cukup sulit dijangkau karena tidak adanya akses jalan langsung menuju titik hotspot. Hal ini menjadi tantangan bagi personel di lapangan,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi, kepolisian akan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Anjungan Dalam untuk memperkuat sosialisasi pencegahan karhutla.
Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta dilarang membuang puntung rokok sembarangan.
Penegakan hukum terkait tata cara pembukaan lahan juga akan terus dilakukan guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.
(*Red)
















