Faktakalbar.id, PONTIANAK – Ratusan warga Kota Pontianak berbondong-bondong menyerbu takjil di Pasar Juadah Masjid Raya Mujahidin meskipun sempat diguyur hujan lebat, Kamis (19/2/2026).
Baca Juga: Fokus RKPD 2027, Edi Rusdi Kamtono Prioritaskan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Infrastruktur
Momentum ini menjadi tanda dimulainya geliat ekonomi kerakyatan di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang tersebar di enam kecamatan di seluruh penjuru kota.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyambut positif antusiasme masyarakat dan para pelaku UMKM tersebut.
Ia menilai pemanfaatan halaman Masjid Raya Mujahidin sebagai lokasi pasar juadah merupakan bagian dari syiar ekonomi yang membantu UMKM untuk bangkit dan berkembang melalui aktivitas ekonomi yang meningkat selama Ramadan.
“Kita bersyukur karena kegiatan ini sudah menjadi tradisi setiap Ramadan. Halaman Masjid Raya Mujahidin yang luas dimanfaatkan untuk pasar juadah, dan ini bagian dari siar ekonomi kerakyatan agar UMKM bisa bangkit,” kata Edi Rusdi Kamtono.
Terdapat sekitar 108 lapak yang telah mulai beroperasi dari total kapasitas tenda yang tersedia.
Menariknya, pada hari pertama operasional, hampir setengah dari total transaksi pedagang sudah menggunakan metode digital QRIS.
Baca Juga: Tekan Laju Inflasi Daerah, Pemprov Kalbar dan BI Gelar Pasar Murah di SERAMBI 2026
Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menggalakkan digitalisasi transaksi keuangan bagi pelaku usaha kecil.
Wali Kota juga mengimbau para pedagang untuk konsisten memberikan sajian terbaik dengan tetap menjaga standar kebersihan dan kesehatan makanan.
Menurutnya, menjaga kualitas dagangan merupakan cara agar berkah Ramadan tidak hanya mendatangkan keuntungan finansial, tetapi juga pahala yang berlipat.
















