Blewah biasanya diserut memanjang dan disajikan bersama sirup, es batu, serta biji selasih. Rasanya yang ringan dan menyegarkan menjadikannya pilihan favorit keluarga untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang.
3. Kurma
Meski sebenarnya bisa ditemukan di luar bulan puasa, volume kehadiran kurma melonjak drastis saat Ramadhan.
Buah manis asal Timur Tengah ini adalah menu wajib yang seolah melengkapi kesempurnaan momen berbuka.
Rasa manis alaminya sangat cepat mengembalikan energi.
Menyantap kurma bukan sekadar rutinitas, tetapi juga bentuk kesederhanaan dan keikhlasan dalam mensyukuri nikmat setelah seharian berpuasa.
4. Kolang-kaling
Meski secara teknis adalah biji dari pohon aren, kolang-kaling selalu masuk dalam daftar belanjaan “buah-buahan” segar untuk takjil.
Teksturnya yang kenyal dengan bentuk lonjong transparan ini sangat cocok diolah menjadi kolak, campuran es buah, atau sekadar direbus dengan sirup dan daun pandan.
Proses panjang pembuatannya hingga siap konsumsi seolah mengajarkan kita tentang kesabaran sebuah nilai yang sangat relevan dengan bulan suci ini.
Kehadiran ragam buah musiman ini membuktikan bahwa setiap perjalanan waktu memiliki ceritanya sendiri.
Mereka hadir menyapa kerinduan kita akan suasana yang hangat, damai, dan penuh toleransi.
Pada akhirnya, sepotong blewah dingin atau sebutir kurma manis di meja makan adalah wujud nyata dari keikhlasan kita dalam merayakan momen kebersamaan bersama orang-orang terkasih.
Baca Juga: Semarak Pawai Obor di Desa Kedukul Mukok: Cahaya Syiar Sambut Bulan Suci
(Mira)
















