Tekno  

Efek Domino AI: Setelah RAM, Kini Giliran Hard Disk (HDD) Terancam Langka dan Mahal Sepanjang 2026

Hard Disk Terancam Langka di 2026
Ilustrasi hard disk. (Dok. Frank R/Unsplash)

Dampak Buruk Bagi Konsumen Ritel

Kondisi ini diprediksi akan menciptakan tekanan harga di pasar konsumen.

Industri HDD global saat ini hanya didominasi oleh tiga pemain besar: Seagate, Western Digital, dan Toshiba.

Baca Juga: Krisis Chip Memori 2026: Harga Samsung Galaxy S26 Ultra Diprediksi Naik Jadi Rp23,5 Juta, Bonus Pre-order Terancam Dipangkas

Karena kapasitas produksi tidak bisa ditingkatkan secara instan, konsumen rumahan kemungkinan besar akan terdampak:

  1. Harga PC dan Laptop Naik: Produk jadi seperti PC prebuilt atau laptop gaming berpotensi mengalami kenaikan harga atau pemangkasan kapasitas penyimpanan agar harga tetap kompetitif.

  2. Mimpi Buruk Perakit PC: Bagi mereka yang hobi merakit PC sendiri atau kreator konten yang membutuhkan kapasitas penyimpanan besar, harga HDD di pasaran (spot price) diprediksi akan terus merangkak naik hingga paruh pertama 2026.

  3. Efek Merembet ke SSD: Jika konsumen beralih ke SSD sebagai alternatif penyimpanan besar, tekanan permintaan tersebut juga bisa mendorong harga SSD ikut naik.

Situasi ini memperpanjang daftar “mimpi buruk” bagi industri teknologi di tahun 2026.

Sebelumnya, lembaga riset IDC juga telah memperingatkan bahwa krisis memori RAM (DRAM) dan internal storage (NAND) akan membuat pasar PC global lesu karena harga komponen yang semakin tidak terjangkau.

(*Drw)