Kenapa Kangkung Jarang Jadi Menu Pasien RS? Ini Penjelasan Ahli Gizi

"Kangkung adalah sayuran favorit, namun jarang disajikan untuk pasien rumah sakit. Ahli gizi IPB mengungkapkan alasan medis dan teknis di baliknya."
Kangkung adalah sayuran favorit, namun jarang disajikan untuk pasien rumah sakit. Ahli gizi IPB mengungkapkan alasan medis dan teknis di baliknya. (Dok. Ist)

Sayuran ini idealnya harus segera diolah setelah diterima oleh pihak dapur.

Mengingat sistem dapur rumah sakit berskala besar harus menyiapkan makanan dengan berbagai variasi diet khusus secara efisien, sayuran yang lebih stabil dan mudah dikelola penyimpanannya tentu akan lebih diprioritaskan.

3. Menyusut Drastis Saat Dimasak

Alasan teknis lainnya ada pada porsi penyajian.

Sayuran berdaun seperti kangkung mengalami penyusutan volume yang sangat signifikan setelah proses pemanasan atau pemasakan.

Secara visual dan takaran gizi per porsi, penyusutan ini dinilai kurang ideal untuk memenuhi standar penyajian makanan rumah sakit yang harus presisi.

Bagaimana dengan isu logam berat? Hana menegaskan bahwa risiko kontaminasi logam berat memang bisa terjadi pada bahan pangan apa saja, namun tidak eksklusif hanya pada kangkung.

Beras dan makanan laut (seafood) pun memiliki potensi kontaminasi yang sama jika berasal dari lingkungan perairan yang tercemar.

Paparan logam berat dalam jangka panjang memang berbahaya karena dapat memicu gangguan fungsi ginjal, hati, hingga kanker.

Namun, hal itu tidak lantas membuat kangkung menjadi makanan yang otomatis berbahaya bagi orang sehat.

Bagi Anda yang sehat, tidak ada salahnya menikmati tumis kangkung dengan porsi wajar.

Hanya saja, untuk keperluan perawatan medis, rumah sakit tentu mengutamakan sayuran yang minim risiko klinis dan lebih mudah diukur nilai gizinya.

Baca Juga: Stop Rebus Sayuran Ini! 5 Jenis Sayur yang Justru Lebih Sehat Jika Dimakan Mentah

(Mira)