Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Kangkung adalah salah satu sayuran paling merakyat dan favorit di meja makan keluarga Indonesia.
Harganya murah, mudah didapat, dan rasanya lezat, terutama saat disajikan hangat sebagai tumisan.
Namun, pernahkah Anda menyadari bahwa sayur berdaun hijau ini nyaris tidak pernah muncul dalam nampan makanan pasien di rumah sakit?
Pemilihan hidangan di fasilitas layanan kesehatan tentu tidak dilakukan sembarangan.
Baca Juga: 4 Manfaat Pakis bagi Masyarakat Kalimantan Barat: Lebih dari Sekadar Sayur Lezat
Menurut ahli gizi dari IPB University, Hana Fitria Navratilova, penyusunan menu makanan di rumah sakit disusun secara sangat selektif.
Hal ini dilakukan demi menjamin keamanan pangan serta kesesuaian dengan kondisi klinis masing-masing pasien.
Hana menjelaskan bahwa absennya kangkung dari menu rumah sakit bukan sekadar karena ketakutan akan isu kontaminasi logam berat yang sering beredar di masyarakat. Ada alasan medis dan teknis yang kuat di baliknya:
1. Kandungan Purin, Oksalat, dan Nitrat
Secara umum, sayuran berdaun hijau cenderung memiliki kandungan purin yang tinggi.
Selain purin, kangkung juga memiliki kandungan oksalat dan nitrat.
Ketiga zat ini membutuhkan perhatian khusus, terutama bagi pasien yang memiliki riwayat medis tertentu, seperti gangguan ginjal atau masalah metabolisme.
Karena rumah sakit harus melayani banyak pasien dengan berbagai jenis penyakit, mereka lebih memilih jenis sayuran yang “netral” dan aman dikonsumsi oleh mayoritas pasien.
2. Umur Simpan yang Singkat
Kangkung termasuk dalam kategori sayuran yang mudah layu dan tidak bisa disimpan terlalu lama.
















