4. Buah Pir: Serat Larut untuk Hidrasi Bertahap
Anda harus memilih buah pir sebagai camilan setelah tarawih karena kandungan serat larutnya membantu memperlambat penyerapan air di usus besar. Hal ini memastikan tubuh Anda mendapatkan pasokan cairan secara bertahap dan tidak langsung terbuang melalui urine dalam waktu singkat.
Tekstur buah pir yang kaya akan air dan pektin juga sangat baik untuk menjaga kesehatan pencernaan Anda agar tetap lancar selama bulan Ramadan.
5. Melon: Pemasok Energi dan Cairan Sekaligus
Anda wajib menyajikan melon sebagai takjil karena buah ini kaya akan vitamin A dan mineral kalium yang membantu memulihkan energi dengan cepat. Melon memiliki struktur air yang sangat jernih dan ringan, sehingga sangat mudah diserap oleh lambung tanpa menyebabkan rasa kembung yang berlebihan.
Baca Juga: Taktik Jitu Usir Lemas Saat Puasa Siang Hari
Mengonsumsi melon secara rutin membantu Anda mempertahankan kejernihan pikiran dan fokus kerja karena otak mendapatkan hidrasi yang cukup dari asupan nutrisi buah ini.
6. Kelapa Muda: Larutan Isotonik Alami Terbaik
Anda harus meminum air kelapa muda tanpa tambahan gula buatan untuk mengganti elektrolit yang hilang melalui keringat selama beraktivitas. Air kelapa merupakan larutan isotonik alami yang memiliki komposisi mineral sangat mirip dengan cairan tubuh manusia, sehingga proses hidrasinya jauh lebih cepat daripada air putih biasa.
Anda bisa menambahkan sedikit perasan jeruk nipis ke dalam air kelapa untuk meningkatkan efektivitas penyerapan mineral ke dalam sel-sel tubuh Anda.
(*Sr)











