Baca Juga: Sambut Imlek 2577, Tjhai Chui Mie: Singkawang Rumah Besar Toleransi, Lampion dan Bedug Berdampingan
Mengingat dinamika sosial yang dinamis, kolaborasi aktif sangat diperlukan guna menjaga Keamanan dan Kerukunan di Sintang agar tetap terjaga dengan baik.
“Kita semua menyadari Kabupaten Sintang memiliki keberagaman suku, agama, dan budaya. Keberagaman ini adalah anugerah dan ini menjadi fondasi bagi pembangunan kita bersama. Dalam dinamika sosial yang begitu banyak konflik, serta potensi gesekan yang menyebabkan konflik sosial, maka untuk mencegah timbulnya semua ini diperlukan peran kita semua dalam menjaga stabilitas keamanan dan kerukunan, karena itulah kunci utama dalam menuju kedamaian dan ketenangan wilayah kita,” tambahnya.
Penanganan Konflik secara Terpadu
Bupati juga menjelaskan bahwa penanganan konflik sosial harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari langkah pencegahan hingga pemulihan pasca-konflik.
Koordinasi lintas sektoral diharapkan berjalan transparan dan akuntabel agar setiap informasi yang berguna untuk pemetaan potensi konflik dapat segera ditindaklanjuti.
Selain itu, ia memberikan peringatan khusus terkait penggunaan media sosial. Masyarakat diminta waspada terhadap penyebaran berita bohong atau hoaks yang seringkali menjadi pemicu gesekan antarwarga.
Dengan menjaga Keamanan dan Kerukunan di Sintang, segala bentuk isu negatif dapat diredam sebelum meluas.
“Penanganan konflik sosial juga harus dilakukan secara konfrensif, integratif, efektif, efesien, akuntabel, dan transparan, serta melalui langkah-langkah pencegahan, penghentian dan pemulihan pasca konflik. Agar kita semua dijauhkan dari isu-isu dan berita hoaks di media sosial yang harus kita waspadai sehingga dengan melakukan deteksi dini, kita mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan,” tutupnya.
Acara Komsos ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Sintang, Forkopimcam, para camat, lurah, serta tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh pemuda dari berbagai wilayah di Kabupaten Sintang.
(*Red)
















