Banyak orang yang menjadikan es kopi susu atau minuman berkarbonasi sebagai pelepas dahaga saat azan magrib berkumandang.
Nyatanya, kafein pada kopi dan teh pekat, serta gas pada minuman soda dapat melemahkan otot sfingter esofagus bagian bawah.
Akibatnya, asam lambung sangat mudah naik dan menyebabkan perut terasa kembung serta perih.
4. Buah-buahan Asam (Sitrus)
Meski buah segar sangat dianjurkan untuk berbuka, penderita asam lambung harus menyeleksi jenisnya.
Buah-buahan seperti jeruk, lemon, jeruk nipis, nanas, hingga tomat memiliki tingkat keasaman yang tinggi.
Mengonsumsinya saat perut kosong dapat langsung memicu iritasi lambung. Sebagai gantinya, pilihlah buah yang aman seperti kurma, pisang, pepaya, atau melon.
5. Cokelat dan Peppermint
Menyantap dessert rasa cokelat atau minuman dingin dengan sensasi daun mint (peppermint) memang menyegarkan.
Sayangnya, cokelat mengandung methylxanthine yang dipercaya dapat mengendurkan katup lambung.
Begitu pula dengan peppermint yang sering menjadi pemicu naiknya asam lambung bagi sebagian penderita GERD.
Menjaga pola makan saat berbuka adalah kunci utama agar pencernaan tetap sehat.
Mengawali buka puasa dengan segelas air putih hangat dan makanan yang mudah dicerna akan sangat membantu lambung beradaptasi setelah berjam-jam kosong.
Baca Juga: Ide Kegiatan Produktif Saat Menunggu Berbuka Puasa
(Mira)
















