Faktakalbar.id, KYIV – Angkatan Udara Ukraina secara tegas menolak laporan media yang mengklaim adanya pembentukan skuadron pesawat tempur F-16 multinasional rahasia yang melibatkan pilot dari Amerika Serikat dan Belanda untuk mempertahankan wilayah udara Kyiv.
Baca Juga: Mengenal Su-34 Fullback, “Predator” Supersonik Rusia yang Mendominasi Langit Ukraina
Pihak militer menyebut informasi tersebut tidak akurat dan tidak didukung bukti valid, Selasa (18/2/2026).
Bantahan ini merespons laporan media Prancis, Intelligence Online, yang menuduh bahwa unit rahasia berisi pilot asing veteran telah beroperasi mencegat rudal jelajah dan drone Rusia di langit Ukraina.
Kepala Komunikasi Komando Angkatan Udara Ukraina, Yurii Ihnat, menanggapi isu tersebut dengan nada ironi.
Ia menegaskan bahwa tidak ada formasi tempur asing yang beroperasi langsung di dalam negeri.
“Ya! Dan Tom Cruise memimpin skuadron itu,” ungkap Ihnat menyindir klaim tersebut.
Ihnat menjelaskan bahwa dukungan negara mitra kepada Ukraina tetap berada dalam koridor pelatihan, transfer peralatan, dan koordinasi teknis, bukan partisipasi operasional langsung oleh pilot asing dalam misi tempur.
Baca Juga: Sukhoi Su-34 Hancurkan Pos Komando UAV Ukraina dengan Bom Presisi
Peran Sentral Pilot Ukraina
Meski membantah keterlibatan personel asing, Angkatan Udara Ukraina mengonfirmasi peningkatan aktivitas jet tempur pasokan Barat dalam pertahanan udara.
Pilot-pilot Ukraina kini aktif mengoperasikan jet tempur F-16 dan Mirage untuk menghalau serangan udara Rusia.
Hal ini terbukti pada serangan masif Rusia yang terjadi pada malam hingga 17 Februari lalu.
Ihnat menyebutkan bahwa penerbangan tempur Ukraina, termasuk yang menggunakan F-16 dan Mirage, memainkan peran sentral dalam mencegat ancaman di berbagai wilayah.
















