Rela Antre Sejak Subuh, Warga Minta Gubernur Kalbar Turunkan Harga Sembako di Pasar Murah

"Warga Pontianak rela mengantre berjam-jam sejak subuh demi tebus sembako di pasar murah SERAMBI 2026. Mereka bahkan kompak menawar langsung ke Gubernur agar harga paket diturunkan."
Warga Pontianak rela mengantre berjam-jam sejak subuh demi tebus sembako di pasar murah SERAMBI 2026. Mereka bahkan kompak menawar langsung ke Gubernur agar harga paket diturunkan. (Dok. Mira/Faktakalbar.id)

Ia mengaku mendapat jatah kupon dari informasi di media sosial, lantaran acara ini diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI).

“Saya jam 6 lewat karena mau pergi ke Flamboyan dulu. Saya dapat kupon dari grup Ig (Instagram) juga karena BI yang ngadakan,” kata Santi.

Santi menceritakan, lamanya waktu mengantre membuat warga memanfaatkan momen kehadiran Gubernur Kalimantan Barat di lokasi.

Saat sesi kata sambutan berlangsung, warga yang lelah secara serentak meminta Gubernur untuk memotong harga paket sembako yang dinilai masih bisa ditekan.

“Tadi dah ngantri lama, Alhamdulillah ada pak Gubernur kita. Nungguin kata sambutan pak Gubernur, kita kompak minta turunkan harga sampai 50 ribu, mau dia. Dari 90 ribu, cabe dari 10 ribu jadi 5 ribu,” beber Santi menceritakan hasil negosiasi spontan warga.

Adapun paket sembako yang awalnya dihargai Rp90 ribu dan berhasil diturunkan menjadi Rp50 ribu tersebut terdiri dari bahan pokok esensial, yakni beras lima kilogram, minyak goreng satu liter, dan gula pasir satu kilogram.

Melihat kondisi ekonomi saat ini, Santi berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait tidak menutup mata dan lebih sering mengadakan pasar murah.

Menurutnya, lonjakan harga di pasaran benar-benar mencekik masyarakat kecil.

“Kalau bisa diadakan lagi untuk masyarakat biar terbantulah sedikit masyarakat semuanya, karena barang naik semua. Kasihan kita-kita ini antre empat jam, lima jam,” keluhnya

Baca Juga: BI Kalbar Siapkan Rp3,6 Triliun untuk Penukaran Uang Jelang Idulfitri, Wajib Akses Aplikasi PINTAR

(Mira)