Ini adalah waktu “retret agung” bagi umat untuk menata kembali hidup rohaninya.
3. Dimulai dengan Tanda Abu di Dahi
Masa ini selalu diawali dengan hari Rabu Abu (Ash Wednesday).
Pada hari ini, umat menerima olesan abu berbentuk salib di dahi.
Abu ini berasal dari pembakaran daun palem yang diberkati pada tahun sebelumnya.
Simbol ini menjadi pengingat yang sangat humble akan kefanaan manusia: “Ingatlah bahwa engkau adalah debu dan akan kembali menjadi debu.”
Ini mengajarkan kita untuk tetap rendah hati di hadapan Tuhan dan sesama.
4. Bukan Sekadar Menahan Lapar, Tapi Berbagi
Esensi puasa Pra Paskah tidak berhenti pada perut yang lapar.
Umat diajak untuk menyisihkan uang belanja yang “dihemat” karena berpuasa, untuk kemudian disumbangkan kepada mereka yang membutuhkan.
Gerakan ini sering disebut Aksi Puasa Pembangunan (APP).
Jadi, puasa memiliki dampak sosial yang nyata: solidaritas terhadap mereka yang miskin dan menderita.
Masa Pra Paskah adalah undangan terbuka bagi setiap hati untuk hening sejenak dari hiruk-pikuk dunia, memeriksa batin, dan memperbaharui cinta kasih. Selamat menjalani masa pertobatan dengan penuh sukacita.
Baca Juga: Saat Puasa Ramadan dan Pra Paskah Berjalan Beriringan dalam Harmoni
(Mira)
















