Mengenal Lebih Dekat, Ini 4 Fakta Menarik Seputar Puasa Pra Paskah Umat Katolik

"Masa permenungan telah tiba. Simak 4 fakta menarik seputar puasa Pra Paskah Katolik, mulai dari bedanya pantang hingga makna abu di dahi."
Masa permenungan telah tiba. Simak 4 fakta menarik seputar puasa Pra Paskah Katolik, mulai dari bedanya pantang hingga makna abu di dahi. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Bagi umat Katolik, hari ini menandai dimulainya masa yang sangat sakral. Suasana hening dan penuh permenungan mulai terasa kental.

Masa Pra Paskah bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah perjalanan batin untuk kembali mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Sama halnya dengan saudara-saudara dari iman lain yang mengenal konsep menahan diri, puasa dalam tradisi Katolik juga memiliki esensi pembersihan hati dan pengendalian ego.

Semuanya bermuara pada ketulusan dan kerinduan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Baca Juga: Bukan Sekadar Tanda Salib di Dahi, Ini 4 Fakta Menarik Rabu Abu bagi Umat Katolik

Berikut adalah 4 fakta menarik tentang puasa Pra Paskah yang penuh makna:

1. Uniknya Konsep “Puasa” dan “Pantang”

Dalam tradisi Katolik, istilah puasa dan pantang memiliki definisi teknis yang berbeda namun saling melengkapi.

“Puasa” berarti makan kenyang hanya satu kali dalam sehari, yang diwajibkan bagi mereka yang berusia 18 hingga 59 tahun.

Sedangkan “Pantang” adalah menghindari daging atau hal-hal yang sangat disukai (seperti rokok, snack, atau gawai) yang berlaku bagi usia 14 tahun ke atas.

Tujuannya bukan untuk menyiksa tubuh, melainkan melatih kehendak agar tidak diperbudak oleh keinginan duniawi.

2. Simbolisme Angka 40 Hari

Masa Pra Paskah berlangsung selama 40 hari (tidak menghitung hari Minggu) sebelum Hari Raya Paskah.

Angka ini bukan dipilih secara acak, melainkan memiliki makna biblis yang mendalam.

Angka 40 melambangkan masa persiapan, ujian, dan pemurnian, seperti kisah Nabi Musa yang berpuasa 40 hari di Gunung Sinai atau Yesus yang berpuasa 40 hari di padang gurun.