Namun, kegembiraan menyambut bulan suci sedikit terusik dengan lonjakan harga pangan yang cukup drastis.
Uni mengungkapkan kekagetannya melihat perubahan harga yang terjadi sangat cepat dibandingkan hari-hari sebelumnya.
“Jauh sekali, bisa dua kali lipat harganya,” keluhnya.
Ia merinci beberapa komoditas yang mengalami kenaikan signifikan, di antaranya bawang, cabai, dan gula. Meski demikian, ia sedikit lega karena salah satu kebutuhan pokok lainnya tidak ikut melambung.
“Bawang, cabai, gula yang naik. Alhamdulillah minyak goreng masih bertahan harganya,” tambahnya.
Selain persiapan bahan mentah, Uni juga berbagi cerita mengenai kebiasaan keluarganya dalam mengatur pola makan selama Ramadan. Ia lebih memprioritaskan makanan berat saat dini hari agar kuat menjalani puasa.
“Kalau kebiasaan kami buka puasa minum dan kue, makan nasinya di sahur saja. Kalau makan besarnya seperti lontong atau bakso itu nanti,” jelasnya.
Di tengah naiknya harga kebutuhan pokok, harapan Uni menyambut Ramadan tahun ini cukup sederhana namun bermakna. Ia tidak muluk-muluk, melainkan hanya ingin diberikan kesehatan fisik.
“Sehat-sehat, jadi saya bisa khusyuk dan fokus ke ibadah,” harapnya menutup pembicaraan.
Baca Juga: Besok Puasa, Harga Daging Ayam di Pasar Flamboyan Tembus Rp36 Ribu Sekilo
(Mira)
















