Bukan Sekadar Tanda Salib di Dahi, Ini 4 Fakta Menarik Rabu Abu bagi Umat Katolik

"Tanda dimulainya masa Prapaskah. Simak 4 fakta menarik tentang Rabu Abu (Ash Wednesday), mulai dari simbol debu hingga makna puasa dan pantang."
Tanda dimulainya masa Prapaskah. Simak 4 fakta menarik tentang Rabu Abu (Ash Wednesday), mulai dari simbol debu hingga makna puasa dan pantang. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Hari ini, sebagian masyarakat mungkin melihat pemandangan unik di mana kerabat atau teman yang beragama Katolik memiliki tanda salib dari abu hitam di dahi mereka.

Ini adalah penanda datangnya Rabu Abu (Ash Wednesday), sebuah momen sakral yang membuka masa permenungan panjang sebelum Hari Raya Paskah.

Di balik ritual pengolesan abu tersebut, tersimpan makna filosofis yang sangat dalam tentang kehidupan, kerendahan hati, dan pengendalian diri.

Tidak hanya sekadar ritual tahunan, Rabu Abu mengajak setiap individu untuk menengok ke dalam batin masing-masing dengan penuh kesadaran.

Baca Juga: Memperingati Hari Raya Paskah, WKRI Ranting St. Ana Sintang Lakukan Anjangsana Ke Rumah Anggota yang Sudah Lansia

Berikut adalah 4 fakta menarik dan mendalam seputar Rabu Abu:

1. Simbol “Ingatlah Engkau adalah Debu”

Abu yang dioleskan di dahi bukan sembarang abu.

Biasanya, abu ini berasal dari pembakaran daun palem yang diberkati pada perayaan Minggu Palma tahun sebelumnya.

Maknanya sangat powerful: mengingatkan manusia akan hakikatnya yang fana.

“Ingatlah bahwa engkau adalah debu dan akan kembali menjadi debu.”

Ini adalah pesan universal agar manusia tidak sombong dan selalu membumi, karena sejatinya hidup di dunia hanya sementara.

2. Aturan Puasa dan Pantang yang Spesifik

Berbeda dengan puasa pada umumnya, Katolik memiliki aturan “Puasa dan Pantang” yang unik.