Persiapkan batin untuk menerima Sakramen Tobat (Pengakuan Dosa).
Jangan menunggu antrean panjang menjelang Paskah.
Lakukanlah pemeriksaan batin lebih awal. Akui kelemahan diri dengan jujur di hadapan Tuhan, dan rasakan kelegaan karena pengampunan-Nya.
Ini adalah langkah awal untuk “merobek hati”, bukan sekadar pakaian.
4. Rencanakan Aksi Kasih Nyata (APP)
Puasa tanpa berbagi hanyalah diet semata. Dalam tradisi Katolik Indonesia, ada Aksi Puasa Pembangunan (APP).
Siapkan celengan atau amplop khusus di rumah.
Uang yang biasanya Anda pakai untuk jajan atau rokok yang kini “dipantang”, sisihkanlah untuk dimasukkan ke dalam kotak APP tersebut.
Persiapkan mental untuk lebih dermawan kepada mereka yang kecil, lemah, miskin, dan tersingkir.
5. Atur Jadwal Devosi Jalan Salib
Selama masa Pra Paskah, Gereja biasanya mengadakan ibadah Jalan Salib setiap hari Jumat.
Persiapkan waktu Anda di sela-sela kesibukan kerja untuk mengikuti devosi ini.
Merenungkan kisah sengsara Yesus bukan untuk membuat kita sedih, melainkan untuk menyadarkan kita betapa besarnya cinta Tuhan, sehingga kita memiliki kekuatan untuk memanggul salib kehidupan kita masing-masing.
Selamat memasuki masa Pra Paskah.
Semoga 40 hari ke depan menjadi perjalanan rohani yang mendewasakan iman dan kasih.
Baca Juga: Bukan Sekadar Tanda Salib di Dahi, Ini 4 Fakta Menarik Rabu Abu bagi Umat Katolik
(Mira)
















