Warga Mensubang Duduki Mess Karyawan PT SMS Terkait Konflik Lahan di Ketapang

Puluhan warga Desa Mensubang duduki mess PT SMS di Ketapang akibat penggusuran kebun karet. Simak perkembangan terkini Konflik Lahan di Ketapang di sini.
Sejumlah warga Desa Mensubang saat menduduki fasilitas mess karyawan PT Sandai Makmur Sawit (SMS) sebagai bentuk protes atas sengketa lahan perkebunan, Sabtu (14/2/2026). (Dok. Ist)

Adu Mulut dan Tuntutan Warga

Suasana di lokasi sempat memanas ketika warga mendatangi mess tersebut. Adu mulut antara warga dan perwakilan perusahaan tidak terhindarkan saat masyarakat menyampaikan keberatan mereka atas hilangnya lahan perkebunan karet yang menjadi sumber penghidupan.

Warga menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam atas penggusuran lahan yang dilakukan secara sepihak.

Mereka mendesak adanya solusi nyata terkait Konflik Lahan di Ketapang ini agar hak-hak masyarakat lokal atas tanah ulayat atau perkebunan mereka tetap terlindungi.

Baca Juga: Sengketa Lahan 400 Hektar di Lembah Mukti, BPN Ketapang Belum Ekspose Hasil Ukur Lapangan

Klaim Perusahaan dan Situasi Terkini

Di sisi lain, pihak perusahaan menyatakan bahwa operasional mereka dilakukan berdasarkan izin HGU yang berlaku.

Namun, perbedaan klaim antara peta perusahaan dan pengakuan kepemilikan lahan oleh warga menjadi inti utama dari kericuhan ini.

(Natash)