Manuver F-16 di Langit Riau, TNI AU dan RSAF Asah Kemampuan ‘Isi Bensin’ di Udara

Pesawat tempur F-16 TNI AU bersiap di depan hanggar Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin saat latihan Bilateral Fighter Interaction (BFI) 14/26. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Pesawat tempur F-16 TNI AU bersiap di depan hanggar Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin saat latihan Bilateral Fighter Interaction (BFI) 14/26. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, RIAU – Langit Riau menjadi saksi bisu ketangguhan para penerbang tempur Indonesia dan Singapura sepanjang pekan lalu.

TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Republic Singapore Air Force (RSAF) sukses menggelar latihan bersama bertajuk Bilateral Fighter Interaction (BFI) 14/26, yang berlangsung sejak 9 hingga 13 Februari 2026.

Baca Juga: Perkuat Pertahanan Semesta, Jalan Tol di Lampung Disulap Jadi Landasan Tempur TNI AU

Latihan yang berpusat di Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin ini tidak hanya sekadar patroli biasa. Kedua angkatan udara menjajal skenario pertempuran udara modern yang kompleks.

Salah satu sorotan utama adalah latihan Air to Air Refueling (AAR) atau pengisian bahan bakar di udara.

Dalam skenario tersebut, jet tempur F-16 kebanggaan TNI AU melakukan manuver presisi untuk menyerap bahan bakar dari pesawat Multi Role Tanker Transport (MRTT) milik RSAF di ketinggian.

Selain itu, para pilot juga diuji ketangkasannya dalam Basic Fighter Maneuver (BFM) atau pertempuran jarak dekat (dogfight).

Direktur Latihan BFI dari TNI AU, Kolonel Pnb Adhi Safarul Akbar menjelaskan, latihan ini melibatkan skadron elite, yakni Skadron Udara 3, Skadron Udara 14 Wing Udara 3.2, serta tuan rumah Skadron Udara 16 Wing Udara 3.1 Grup 3 Tempur.

“Latihan ini menjadi wahana penting untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan penerbang, khususnya dalam pelaksanaan Air to Air Refueling serta berbagai skenario latihan taktikal lainnya,” ujarnya.

Adhi menambahkan, keberhasilan pelaksanaan AAR mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan (trust) dan interoperabilitas yang solid antara TNI AU dan RSAF sebagai mitra strategis di kawasan.

Sementara itu, Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Abdul Haris menegaskan bahwa Lanud Roesmin Nurjadin siap menjadi pangkalan aju bagi latihan berskala internasional.

Baca Juga: Antisipasi Serangan, Italia Kaji Operasi Pesawat F-35 dari Jalan Raya

Menurutnya, BFI 14/26 adalah bukti adaptabilitas TNI AU.