Faktakalbar.id, KAYONG UTARA – Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, menantang Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) untuk tidak sekadar menjadi penjaga warisan masa lalu.
Ia mendorong organisasi ini bertransformasi menjadi pilar hidup yang menjaga identitas sekaligus perekat harmoni sosial di tengah dinamika masyarakat modern.
Baca Juga: Jamin Keamanan Warga, Satsamapta Polres Kayong Utara Gelar Patroli Sambang Malam Hari
Pesan tegas ini disampaikan Romi saat membuka secara resmi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) MABM Tahun 2026 di Pendopo Bupati Kayong Utara, Sukadana, Sabtu (14/2/2026).
“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada MABM Kayong Utara yang selama ini telah menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai luhur budaya Melayu. MABM bukan sekadar organisasi, melainkan pilar penting dalam menjaga identitas daerah dan mempererat kerukunan di daerah kita,” ungkap Romi Wijaya.
Romi menekankan agar MABM terus memposisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah.
Fokus utamanya adalah menanamkan nilai kesantunan dan etos kerja khas Melayu kepada generasi muda, sehingga mereka tumbuh menjadi sumber daya manusia yang berakhlak.
















