Faktakalbar.id, SINGKAWANG – Denyut nadi perayaan Imlek dan Cap Go Meh (CGM) di Kota Singkawang resmi berdetak kencang.
Stadion Kridasana yang menjadi pusat kegiatan, dipadati ribuan warga saat Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, secara resmi membuka festival budaya tahunan ini, Minggu (15/02/2026) malam.
Baca Juga: Garda Terdepan Rawat Harmoni, Pengurus Pemuda Dayak Singkawang 2026-2029 Resmi Dilantik
Pembukaan ini menandai dimulainya pesta rakyat selama 18 hari penuh, terhitung mulai 15 Februari hingga puncak perayaan pada 4 Maret 2026 mendatang.
Tidak hanya sekadar seremoni, festival ini dirancang sebagai etalase budaya sekaligus mesin penggerak ekonomi kerakyatan melalui Expo UMKM, panggung hiburan seni, serta pameran pembangunan.
Hadir dalam malam pembukaan tersebut Wakapolda Kalimantan Barat Hindarsono, Wakil Wali Kota Singkawang Muhammadin, Kapolres Singkawang Doddy Yudianto Arruan, serta jajaran Forkopimda.
Kehadiran para tokoh agama dan masyarakat turut mempertegas nuansa kebersamaan dalam acara tersebut.
Dalam sambutannya, Wali Kota Tjhai Chui Mie menekankan bahwa festival ini memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar tontonan.
Ia menyebut perhelatan ini sebagai simbol kemajuan daerah yang berdampak langsung pada sektor pariwisata dan perekonomian warga.
Baca Juga: Pelantikan Pemuda Dayak Kota Singkawang: Komitmen Jaga Stabilitas dan Toleransi
“Perayaan Imlek dan Cap Go Meh merupakan wujud nyata harmoni dan toleransi antarumat beragama di Kota Singkawang. Momentum Imlek 2577 diharapkan membawa keberkahan, kedamaian, dan kemajuan bagi seluruh masyarakat,” ujarnya di hadapan pengunjung.
Tjhai Chui Mie juga mengapresiasi kerja keras panitia dan seluruh elemen pendukung yang memungkinkan agenda besar ini terlaksana.
Menutup sambutannya, sosok yang akrab disapa TCM ini mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak ragu meramaikan Stadion Kridasana.
















