BNPB Catat Ribuan Rumah Terendam Banjir di NTB, Jawa Timur, dan Jawa Tengah

Banjir merendam empat kecamatan yang ada di Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Banjir akibat meluapnya Sungai Wrati dan Rejoso, pada Sabtu (14/2). (Dok. BPBD Kabupaten Pasuruan)
Banjir merendam empat kecamatan yang ada di Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Banjir akibat meluapnya Sungai Wrati dan Rejoso, pada Sabtu (14/2). (Dok. BPBD Kabupaten Pasuruan)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis laporan terbaru mengenai rentetan bencana banjir yang melanda sejumlah daerah di Indonesia.

Berdasarkan data yang dihimpun sejak Senin (16/2) hingga Selasa (17/2/2026) pagi, ribuan rumah warga dilaporkan terdampak luapan air akibat curah hujan yang tinggi.

Baca Juga: BNPB Laporkan Rangkaian Bencana di Cilacap, Sumbawa, dan Lampung Selatan

Pemerintah daerah melalui BPBD terus melakukan langkah penanganan cepat guna memulihkan kondisi masyarakat.

Fokus utama saat ini adalah pendataan kerusakan, distribusi bantuan logistik, serta pemantauan tinggi muka air guna mengantisipasi banjir susulan akibat cuaca ekstrem.

Banjir di Bima dan Pasuruan

Di Desa Sandue, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, luapan air pada drainase merendam 32 unit rumah warga dengan ketinggian mencapai 40 sentimeter pada Minggu (15/2). BPBD Kabupaten Bima melaporkan bahwa per Senin (16/2), banjir di wilayah tersebut telah surut sepenuhnya setelah dilakukan pendataan oleh tim gabungan.

Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Hujan lebat memicu meluapnya Sungai Wrati dan Sungai Rejoso yang berdampak pada 2.880 unit rumah di Kecamatan Gempol, Beji, Bangil, dan Winongan. Hingga Senin (16/2), air masih menggenangi permukiman dengan ketinggian bervariasi, dan bantuan logistik mulai didistribusikan kepada para penyintas.