Banjir di Kabupaten Grobogan Rendam 34 Desa, Jalur Kereta Api Jakarta-Surabaya Terganggu

Petugas gabungan melakukan monitoring usai memperkuat tanggul sungai menggunakan kantong berisi pasir di Desa Gubug, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin (16/2).
Petugas gabungan melakukan monitoring usai memperkuat tanggul sungai menggunakan kantong berisi pasir di Desa Gubug, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin (16/2). (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Baca Juga: Didominasi Banjir dan Cuaca Ekstrem, BNPB Rilis Laporan Bencana Periode 8-9 Februari 2026

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama tim gabungan terus melakukan upaya penanganan darurat, termasuk evakuasi mandiri oleh warga dan distribusi logistik.

“BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, memantau informasi resmi dari pemerintah daerah, dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila debit air kembali meningkat,” tulis keterangan resmi dalam upaya perlindungan warga.

Mengingat prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan potensi hujan tinggi masih akan berlanjut selama dua hari ke depan, ancaman banjir susulan tetap diwaspadai. Petugas saat ini difokuskan pada penguatan tanggul darurat di sejumlah titik kritis guna mencegah meluasnya genangan Banjir di Kabupaten Grobogan.

Keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam seluruh rangkaian penanganan bencana Banjir di Kabupaten Grobogan.

(*Red)