HP Baru Setahun Sudah Lemot? Kenali 3 Penyebab Utama dan Cara Jitu Mengatasinya Agar Performa Kembali Ngebut

Penyebab HP Baru Setahun Sudah Lemot
Jangan panik jika HP baru setahun sudah lemot. (Dok. Rami Al-zayat/Unsplash)

Faktakalbar.id, TEKNO – Pernahkah Anda merasa performa smartphone atau HP menurun dan menjadi sangat lambat alias lemot? Masalah ini mungkin lumrah jika ponsel sudah digunakan bertahun-tahun. Namun, bagaimana jika HP yang baru dibeli dan digunakan selama setahun sudah mendadak lemot?

Idealnya, HP berusia satu tahun masih memiliki performa yang prima. Namun, jika Anda mulai menjumpai aplikasi yang lambat dibuka atau terjadi lag saat memuat gambar, berarti ada masalah pada sistem perangkat Anda.

Baca Juga: HP Lemot Karena Memori Penuh? Lakukan 9 Cara Ampuh Ini Agar Performa Smartphone Kembali Gaspol

Mengapa HP Bisa Mendadak Lemot?

Secara umum, penurunan kinerja terjadi karena beban kerja ponsel meningkat, sementara kemampuan teknisnya (spesifikasi) tetap sama. Berikut adalah beberapa faktor penyebabnya:

  1. Pembaruan Sistem dan Aplikasi: Setiap pembaruan OS atau aplikasi biasanya membawa fitur baru dan efek visual yang lebih berat.
    Hal ini membutuhkan daya proses dan memori (RAM) yang lebih besar dari versi sebelumnya.

  2. Penumpukan Aplikasi Background: Banyak aplikasi tetap berjalan di latar belakang (background) untuk memperbarui konten atau mengirim notifikasi, meskipun sedang tidak dibuka. Ini sangat menguras sumber daya ponsel.

  3. Masalah Kapasitas Penyimpanan (Storage): Foto, video, dan cache yang menumpuk mempersempit ruang gerak sistem operasi. Saat memori internal penuh, perangkat harus bekerja ekstra keras mengelola data, yang mengakibatkan respons ponsel menjadi tidak optimal.

Tips Ampuh Agar HP Tidak Lemot

Untuk menjaga agar kinerja ponsel tetap lancar, Anda bisa melakukan perawatan rutin secara mandiri.

Berikut rincian caranya:

1. Kelola Ruang Penyimpanan

Hapus aplikasi yang sudah tidak terpakai dan bersihkan data cache secara berkala.

Pindahkan foto atau video berukuran besar ke layanan cloud atau memori eksternal.

Tips: Sisakan setidaknya 10-15 persen ruang penyimpanan internal agar sistem dapat bekerja optimal.