Faktakalbar.id, ROMA – Angkatan Udara Italia tengah mengevaluasi kemungkinan pengoperasian pesawat tempur siluman F-35 dari landasan pacu jalan raya sebagai langkah antisipasi jika pangkalan udara konvensional terancam dalam skenario konflik tinggi, Minggu (15/2/2026).
Baca Juga: Perkuat Armada Laut Indonesia, Kapal ITS Giuseppe Garibaldi Diberangkatkan dari Italia
Rencana strategis ini diungkapkan secara publik oleh Komandan Pasukan Operasional Angkatan Udara Italia, Silvano Frigerio, dalam forum kedirgantaraan dan geopolitik bertajuk “Dominio globale” di Roma.
Langkah tersebut diambil guna memperkuat ketahanan operasional mengingat infrastruktur militer tetap kini semakin rentan terhadap ancaman rudal maupun drone.
Menurut laporan Il Sole 24 Ore, Silvano Frigerio menyatakan bahwa pihaknya sedang menilai “kemungkinan mendaratkan F-35 di jalan raya jika wilayah udara terancam.”
Meskipun belum ada program atau jadwal resmi yang diumumkan, pernyataan ini menegaskan bahwa Roma serius dalam menyebarkan aset militer paling berharga untuk menghindari risiko pelumpuhan pangkalan udara utama.
Logika di balik konsep operasi ini adalah penyebaran kekuatan untuk mempersulit siklus penargetan musuh.
Pangkalan udara tetap memiliki koordinat yang mudah dipetakan, sehingga penggunaan segmen jalan raya yang telah dipilih sebelumnya dinilai mampu meningkatkan kemampuan bertahan hidup dan menjaga tempo operasional pesawat tempur generasi kelima tersebut.
Kendati secara teknis memungkinkan berkat roda pendaratan yang kokoh, pengoperasian F-35 di jalan raya memiliki tantangan logistik yang kompleks.
Baca Juga: Israel Jegal Turki Beli Jet Tempur F-35
Pesawat ini bergantung pada ekosistem pemeliharaan canggih, komunikasi data yang aman, serta kualitas permukaan landasan yang harus bersih dari benda asing guna menjaga lapisan siluman pesawat.
Implementasi rencana ini ke depan akan membutuhkan koordinasi intensif antara otoritas militer dan sipil, termasuk investasi pada infrastruktur jalan tol nasional Italia yang membentang sepanjang 7.000 kilometer.
(FR)














