Wali Allah: Mental Tangguh
Ayat yang paling menenangkan mungkin adalah penegasan Allah tentang wali-wali-Nya.
Alā inna auliyā’allāhi lā khaufun ‘alaihim wa lā hum yaḥzanūn. Alladzīna āmanū wa kānū yattaqūn. (Yunus: 62–63).
“Sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak takut dan tidak bersedih hati. Mereka adalah orang-orang yang beriman dan bertakwa.”.
Ini bukan janji bebas masalah, melainkan janji mengenai ketahanan mental. Grand ibrah kelima: Bangun ketakwaan untuk stabilitas jiwa.
Kecemasan modern sering kali lahir dari kehilangan makna. Surah Yunus menawarkan resep: iman dan takwa yang melahirkan resiliensi, ketenangan, dan arah.
Hidayah Bukan Dipaksa
Allah berfirman bahwa jika Dia menghendaki, semua manusia di bumi pasti beriman.
Wa law syā’a rabbuka la-āmana man fil-arḍi kulluhum jamī‘ā… (Yunus: 99).
Artinya, tugas manusia bukanlah untuk memaksa hasil. Grand ibrah keenam: Fokus pada ikhtiar, serahkan hasil kepada Allah.
Dalam karier, dakwah, pendidikan, bahkan keluarga, kita bertugas berusaha maksimal tanpa harus mengendalikan segalanya.
Di kabin ini, saya tidak bisa mengendalikan arah angin dan hanya mempercayakan navigasi pada sistem. Demikian pula hidup—ada wilayah usaha dan ada wilayah tawakal.
Istiqamah dan Sabar
Ayat penutup surah ini sangat operasional bagi kehidupan kita.
Wattabi‘ mā yūḥā ilaika waṣbir ḥattā yaḥkumallāh… “Ikutilah wahyu yang diwahyukan kepadamu dan bersabarlah sampai Allah memberi keputusan.” (Yunus: 109).
Di dunia yang serba instan, ayat ini mengajarkan ketekunan jangka panjang. Grand ibrah ketujuh: Pegang prinsip, jaga konsistensi, dan latih kesabaran strategis.
Koptagul di tangan mulai mendingin sementara langit di luar jendela memerah oleh cahaya pagi. Surah Yunus seolah menjadi peta perjalanan lintas makna, bukan hanya lintas benua.
Satu kesimpulan besar mengemuka: Tauhid melahirkan ketenangan dan keselamatan ada pada istiqamah.
Pesawat terus melaju menuju Singapura, begitu pula hidup yang bergerak menuju satu tujuan akhir.
Pertanyaannya sederhana namun mendasar: Apakah kita sedang terbang dengan arah yang benar?.
Oleh: Gusti Hardiansyah
-
Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura
-
Ketua ICMI Orwil Kalbar
*Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan pribadi penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi atau kebijakan redaksi.
















