KPAI: Kasus Bunuh Diri Anak di Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara

Ilustrasi - Korban berinisial AS (38) yang ditemukan tewas di Mempawah dipastikan murni bunuh diri karena depresi dan tidak ditemukan tanda kekerasan.
Ilustrasi - KPAI menyatakan kasus bunuh diri anak di Indonesia tertinggi di Asia Tenggara. (Dok. Ist)

“Ini tidak bisa kita normalisasi. Secara garis besar Indonesia berada pada kondisi yang darurat anak mengakhiri hidup,” tegas Diyah Puspitarini.

Berdasarkan catatan lembaga tersebut, penyebab utama anak mengambil keputusan ekstrem ini meliputi perundungan atau bullying, pola pengasuhan yang kurang tepat, tekanan ekonomi, pengaruh game online, hingga masalah asmara.

KPAI mendesak keluarga, sekolah, dan pemerintah untuk melakukan penanganan luar biasa guna memutus rantai tragedi ini.

Baca Juga: Rekaman Aksi Bunuh Diri Seorang Pemuda di Pontianak Beredar di Media Sosial

Masyarakat diharapkan lebih peka terhadap perubahan perilaku atau sinyal krisis psikologis pada anak agar langkah pencegahan dapat dilakukan sejak dini.

KPAI menegaskan bahwa perlindungan terhadap hak hidup dan kesehatan mental anak merupakan tanggung jawab kolektif seluruh lapisan bangsa.

“Kami berharap masyarakat juga tidak menganggap remeh sinyal-sinyal krisis psikologis pada anak. Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

(Natash)