“MABM tidak boleh menjadi penjaga museum yang pasif dan statis. Kita tidak boleh hanya pandai bercerita tentang kebesaran masa lalu tanpa memberikan dampak nyata bagi masa kini dan masa depan,” tegas Mawardi Usman.
Langkah Pelestarian Adat dan Budaya ini mencakup penanaman etos kerja dan nilai kesantunan yang diharapkan dapat menjadi motor penggerak pembangunan di Kayong Utara.
Sinergi dengan pemerintah daerah menjadi kunci agar setiap program pelestarian memiliki manfaat ekonomi dan sosial bagi warga sekitar.
Baca Juga: Ria Norsan: MABT Bukan Sekadar Pelestari Budaya, Tapi Modal Stabilitas Daerah
Kegiatan yang dilaksanakan di Pendopo Bupati ini dihadiri oleh berbagai pengurus tingkat daerah yang bertekad menjadikan nilai Melayu sebagai fondasi pembangunan.
Dengan semangat baru, lembaga adat ini optimis dapat meningkatkan peran sertanya dalam menjaga stabilitas dan memajukan peradaban lokal di Bumi Bertuah.
(Natash)
















