Ancaman Perundungan di Sekolah
Faktor terbesar yang mendorong anak mengambil keputusan ekstrem adalah perundungan atau bullying.
Di sekolah, seorang anak yang tidak memiliki perlengkapan belajar yang memadai sering kali menjadi target ejekan.
Tekanan sosial dari teman sebaya ini, jika dibiarkan tanpa intervensi guru atau orang tua, bisa berubah menjadi trauma psikologis yang sangat dalam.
Statistik yang Terus Berulang
Catatan KPAI menunjukkan tren yang mencemaskan selama beberapa tahun terakhir:
- 2023: 46 kasus
- 2024: 43 kasus
- 2025: 25 kasus
- Awal 2026: 3 kasus (per pertengahan Februari)
Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan nyawa anak-anak yang merasa kehilangan harapan.
Pemicu Modern: Dari Game Online hingga Asmara
Selain ekonomi dan bullying, pengaruh negatif dari game online dan persoalan asmara di usia dini juga masuk dalam radar faktor pemicu.
Paparan konten yang tidak tersaring di dunia digital membuat batasan antara realitas dan penyelesaian masalah secara instan menjadi kabur di mata anak.
Baca Juga: Polres Melawi dan Satpol PP Gelar Sosialisasi Anti Bullying di SMA Santa Maria
(Mira)
















