Alasan Kesehatan, Daryono Resmi Lepas Jabatan Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG

"Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, resmi mengundurkan diri dan pensiun dini karena gangguan kesehatan mata. Ia tetap berkomitmen mengedukasi publik secara mandiri."
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, resmi mengundurkan diri dan pensiun dini karena gangguan kesehatan mata. Ia tetap berkomitmen mengedukasi publik secara mandiri. (Dok. Ist)

Hal ini menunjukkan sikap profesionalnya agar informasi yang ia berikan nantinya bersifat independen sebagai seorang pakar.

Selama menjabat, Daryono dikenal sangat vokal dalam memberikan edukasi terkait potensi bencana di Indonesia. Pengunduran dirinya tentu menimbulkan pertanyaan mengenai keberlanjutan gaya komunikasi publik BMKG yang selama ini sangat terbantu oleh kecepatan dan keterbukaan informasinya di media sosial maupun media konvensional.

Namun, Daryono menegaskan bahwa ia tidak akan benar-benar menghilang dari dunia kebencanaan. Ia merasa memiliki beban moral dan intelektual untuk tetap berbagi ilmu di tengah posisi Indonesia yang berada di wilayah rawan bencana.

“Komitmen saya terhadap edukasi publik di bidang kegempaan dan kebencanaan tidak akan berhenti. Saya tetap terbuka untuk berbagi pengetahuan dan menjadi narasumber apabila diperlukan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak BMKG belum memberikan keterangan resmi mengenai siapa sosok yang akan menggantikan posisi strategis yang ditinggalkan oleh Daryono tersebut.

Baca Juga: Dominan Berawan, BMKG Ingatkan Potensi Karhutla dalam Prakiraan Cuaca Kalimantan Barat

(Mira)