Jatuh dari Kapal USS Iwo Jima, Marinir AS Tewas Saat Misi Operasi Southern Spear

Kapal serbu amfibi USS Iwo Jima (LHD-7) berlabuh di perairan dengan latar belakang perbukitan saat operasi militer berlangsung. (Dok. Ist)
Kapal serbu amfibi USS Iwo Jima (LHD-7) berlabuh di perairan dengan latar belakang perbukitan saat operasi militer berlangsung. (Dok. Ist)

“Kami semua berduka bersama keluarga Oforah. Kehilangan Lance Cpl. Oforah sangat dirasakan di seluruh tim Angkatan Laut-Korps Marinir. Dia akan sangat dirindukan, dan pengabdiannya yang berdedikasi tidak akan terlupakan,” ujar Col. Trimble.

Oforah merupakan anggota militer pertama yang kematiannya diumumkan secara publik dalam rangkaian Operation Southern Spear.

Operasi ini merupakan upaya berkelanjutan AS untuk menindak kapal-kapal narkoba serta menegakkan karantina terhadap tanker yang keluar masuk Venezuela.

Baca Juga: Israel Jegal Turki Beli Jet Tempur F-35

Operasi pencarian besar-besaran sempat dilakukan dengan melibatkan lima kapal Angkatan Laut, satu perahu karet (rigid-hull inflatable boat), dan 10 pesawat udara dari Angkatan Laut, Korps Marinir, dan Angkatan Udara.

Armada udara yang dikerahkan meliputi dua helikopter MH-60 Sierra, dua MH-60 Romeo, satu AH-1Z Viper, satu UH-1Y Venom, satu pesawat P-8 Poseidon, dua HC-130J Combat King II, dan satu drone MQ-9 Reaper.

Saat ini, Naval Safety Command dan Naval Surface Force Atlantic tengah melakukan penyelidikan menyeluruh terkait situasi jatuhnya marinir tersebut, dengan kerja sama penuh dari Iwo Jima Amphibious Ready Group dan 22nd MEU.

Diketahui, Oforah mendaftar di Korps Marinir pada Oktober 2023 dan ditugaskan ke Batalyon 3, Resimen Marinir ke-6 setelah menyelesaikan sekolah infanteri.

(FR)