Jangan Terjebak Tren! Kenali 5 Dampak Negatif FOMO bagi Kehidupan Anda

"Kenali 5 dampak negatif FOMO bagi kesehatan mental dan produktivitas Anda. Mulai dari kecemasan berlebih hingga gangguan finansial akibat tren sesaat."
Kenali 5 dampak negatif FOMO bagi kesehatan mental dan produktivitas Anda. Mulai dari kecemasan berlebih hingga gangguan finansial akibat tren sesaat. (Dok. Ist)

Kebiasaan untuk selalu mengecek pemberitahuan membuat konsentrasi pecah. Pekerjaan yang seharusnya selesai dalam waktu singkat menjadi terbengkalai.

Gangguan yang terus-menerus ini mencegah kita mencapai kondisi deep work atau fokus mendalam yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas-tugas penting.

4. Masalah Finansial Akibat Konsumerisme

FOMO tidak hanya menyerang pikiran, tapi juga dompet.

Banyak orang akhirnya membeli barang-barang yang tidak mereka butuhkan hanya karena barang tersebut sedang viral atau digunakan oleh banyak orang di media sosial.

Dorongan untuk mengikuti tren gaya hidup agar tidak dianggap tertinggal dapat menyebabkan perilaku belanja impulsif.

Jika tidak dikontrol, hal ini akan mengganggu stabilitas keuangan jangka panjang dan menyulitkan Anda dalam menabung untuk kebutuhan yang lebih mendesak.

5. Merusak Hubungan Sosial di Dunia Nyata

Ironisnya, orang yang terlalu fokus mengejar koneksi digital agar tidak FOMO justru sering kali mengabaikan hubungan nyata di depan mata.

Fenomena ini sering disebut sebagai phubbing, yaitu tindakan mengabaikan orang di sekitar demi ponsel.

Kualitas percakapan dengan pasangan, keluarga, atau teman akan menurun karena pikiran Anda tidak hadir sepenuhnya.

Alih-alih menikmati momen kebersamaan, Anda mungkin justru lebih sibuk mengabadikan momen tersebut hanya untuk membuktikan pada dunia luar bahwa Anda tidak tertinggal.

6. Mulai Fokus pada Diri Sendiri

Menyadari dampak negatif di atas adalah langkah awal yang baik untuk mulai membatasi paparan informasi yang tidak perlu.

Hidup bukan tentang seberapa banyak tren yang Anda ikuti, melainkan seberapa berkualitas waktu yang Anda habiskan untuk hal-hal yang benar-benar bermakna bagi diri Anda sendiri.

Ingatlah bahwa apa yang Anda lihat di layar sering kali hanyalah potongan kecil dari kenyataan yang sebenarnya. Berani untuk “tertinggal” dari tren sesaat bisa jadi adalah kunci menuju ketenangan pikiran yang lebih abadi.

Baca Juga: Kritik Keras Penanganan Bencana Sumatera, Virdian Aurellio: Negara FOMO Buka Donasi

(Mira)