Hamas Klaim Kontak Pemerintah RI, Wanti-wanti Pasukan TNI di Gaza Tak Jadi Alat Israel

Barisan prajurit TNI dengan baret biru pasukan perdamaian bersiap dalam upacara pemberangkatan tugas. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Barisan prajurit TNI dengan baret biru pasukan perdamaian bersiap dalam upacara pemberangkatan tugas. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

“Saya kira kita sudah punya pengalaman ya, ada UNIFIL yang pernah ke sana, satuan-satuan yang pernah dikirim ke sana, inilah nanti yang akan kita rekrut,” ujar Tandyo di Jakarta.

Baca Juga: Hamas Desak Dunia Tekan Israel, Minta Komite Administratif Independen Segera Masuk Gaza

Senada dengan itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut bahwa TNI AD mulai menyiapkan personel, termasuk unsur kesehatan. Estimasi pasukan yang mungkin dikerahkan cukup besar.

“Bisa satu brigade, 5.000 sampai 8.000 (personel) mungkin. Tapi masih bernego semua, belum pasti,” jelas Maruli.

Isu pelucutan senjata ini mencuat setelah New York Times melaporkan adanya proposal AS yang mengizinkan Hamas menyimpan senjata ringan namun harus menyerahkan roket.

Hamas sendiri menegaskan bahwa senjata perlawanan berkaitan erat dengan eksistensi perjuangan melawan pendudukan sejak 1917.

(FR)