Faktakalbar.id, INTERNASIONAL – Sekelompok pemukim ilegal Israel kembali memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur pada Senin (15/12/2025).
Aksi yang dilakukan bertepatan dengan perayaan Hanukkah atau Festival Cahaya ini berlangsung di bawah pengawalan ketat kepolisian Israel.
Berdasarkan laporan saksi mata di lokasi, kelompok tersebut tidak hanya berkunjung, melainkan melakukan ritual Talmud dan pembacaan kitab di area halaman masjid.
Tindakan ini memicu sorotan tajam karena dinilai melanggar kesepakatan Status Quo yang telah berlaku selama puluhan tahun di situs suci tersebut.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Pulau Galang untuk Tampung dan Obati 2.000 Warga Gaza
Pelanggaran Kesepakatan Internasional
Secara historis dan hukum internasional, pengelolaan kompleks Masjid Al-Aqsa berada di bawah wewenang Departemen Wakaf Yordania.
Sesuai aturan Status Quo, umat non-Muslim diizinkan untuk berkunjung ke kompleks tersebut pada jam-jam tertentu, namun dilarang keras melakukan ritual peribadatan atau doa di dalamnya.
Peribadatan umat Yahudi dikhususkan di area Tembok Ratapan (Western Wall).
Namun, insiden pada Senin kemarin menunjukkan adanya pembiaran terhadap aktivitas peribadatan tersebut.
Pihak kepolisian Israel yang berada di lokasi dilaporkan memfasilitasi masuknya kelompok tersebut dan membiarkan ritual berlangsung, alih-alih menegakkan aturan larangan beribadah bagi non-Muslim.
Eskalasi Meningkat
Intensitas kunjungan yang disertai ritual doa oleh kelompok pemukim Israel di Al-Aqsa tercatat meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Hal ini sering kali didorong oleh seruan dari tokoh-tokoh politik sayap kanan Israel, termasuk Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir, yang secara terbuka menantang aturan Status Quo tersebut.
Otoritas Palestina dan lembaga internasional berulang kali memperingatkan bahwa perubahan status di Al-Aqsa, baik secara de jure maupun de facto, berpotensi memicu instabilitas keamanan yang lebih luas di kawasan Yerusalem dan Tepi Barat.
Baca Juga: Gencatan Senjata Gagal, Israel Bombardir Gaza dan Tewaskan 104 Orang
(*Mira)










