Gara-gara Reporter Salah Ucap Slogan Anti-Khamenei, Direktur TV di Iran Dicopot dari Jabatan

"Otoritas Iran memecat Direktur TV Hamoun setelah seorang reporter secara tidak sengaja menyerukan slogan anti-pemimpin tertinggi saat siaran langsung."
Otoritas Iran memecat Direktur TV Hamoun setelah seorang reporter secara tidak sengaja menyerukan slogan anti-pemimpin tertinggi saat siaran langsung. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, IRAN – Pihak berwenang Iran mengambil tindakan tegas dengan memecat direktur saluran televisi provinsi Hamoun.

Keputusan ini diambil setelah insiden “salah ucap” yang dilakukan oleh seorang reporter saat melaporkan siaran langsung (live) peringatan 47 tahun Revolusi Islam Iran di Provinsi Sistan-Baluchistan.

Media televisi pemerintah melaporkan bahwa langkah ini merupakan bentuk sanksi atas kesalahan fatal dalam narasi yang disiarkan ke publik pada Jumat (13/2/2026).

“Direktur siaran saluran TV provinsi Hamoun dipecat menyusul kesalahan yang terjadi di jaringan provinsi,” demikian petikan laporan media pemerintah yang dikutip dari AFP.

Baca Juga: Perkuat Armada Udara, Iran Mulai Uji Terbang Helikopter Serang Mi-28NE Buatan Rusia

Selain direktur, otoritas terkait juga memberikan sanksi kepada staf lainnya.

Operator transmisi dan pengawasan siaran dilaporkan telah diskors, sementara sejumlah staf yang dianggap bertanggung jawab kini dirujuk ke komite disiplin.

“Keputusan ini dibuat untuk menjaga disiplin profesional dan melindungi reputasi media,” lanjut laporan tersebut.

Kronologi “Salah Ucap” di Layar Kaca

Insiden ini bermula saat reporter Musab Rasoulizad sedang menggambarkan suasana demonstrasi pendukung pemerintah yang meneriakkan slogan “Allahuakbar”. Namun, di tengah laporan tersebut, Rasoulizad justru melontarkan kalimat “Marg bar Khamenei” yang berarti “Matilah Khamenei”.

Slogan tersebut sangat sensitif karena biasanya hanya diteriakkan oleh kelompok oposisi dalam demonstrasi anti-pemerintah.

Dalam video klarifikasi terpisah, Rasoulizad menyampaikan permohonan maaf dan mengeklaim insiden itu adalah murni kesalahan teknis bicara.

Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai “kesalahan ucapan dan kekeliruan yang disiarkan.”

Lebih lanjut, ia mengkhawatirkan ucapannya akan “menjadi dalih bagi kelompok anti revolusioner” untuk menyudutkan pemerintah.