Bukan Hanya Kue Keranjang, Ini 5 Hidangan Khas Imlek yang Penuh Makna

"Selain kue keranjang, ada berbagai hidangan khas Imlek yang wajib tersaji di meja makan. Simak makna filosofis di balik ikan bandeng hingga mi panjang umur."
Selain kue keranjang, ada berbagai hidangan khas Imlek yang wajib tersaji di meja makan. Simak makna filosofis di balik ikan bandeng hingga mi panjang umur. (Dok. Ist)

Yusheng adalah salad ikan segar yang dicampur dengan irisan sayuran warna-warni, kacang, dan berbagai saus.

Tradisi memakan Yusheng sangat atraktif karena seluruh anggota keluarga akan berdiri dan mengaduk hidangan tersebut bersama-sama menggunakan sumpit, lalu mengangkatnya tinggi-tinggi ke udara.

Semakin tinggi adukan diangkat, dipercaya semakin besar pula keberuntungan yang akan didapat di tahun tersebut.

4. Jiaozi atau Pangsit

Bentuk Jiaozi yang menyerupai Yuanbao (uang perak atau emas kuno di Tiongkok) menjadikannya simbol kekayaan dan kemakmuran.

Masyarakat percaya bahwa semakin banyak makan pangsit saat Imlek, semakin banyak pula pundi-pundi kekayaan yang bisa dikumpulkan di tahun mendatang.

Biasanya, Jiaozi diisi dengan daging cincang dan sayuran yang dibungkus kulit tepung tipis.

5. Lapis Legit

Meskipun berakar dari pengaruh budaya Eropa, Lapis Legit telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Imlek di Indonesia.

Teksturnya yang berlapis-lapis melambangkan harapan agar keberuntungan dan rezeki datang secara bertumpuk atau berlapis-lapis di masa depan.

Proses pembuatannya yang membutuhkan kesabaran juga mencerminkan ketekunan dalam menjalani hidup.

Menyantap hidangan khas Imlek bukan sekadar urusan memuaskan rasa lapar, melainkan cara keluarga untuk saling mendoakan melalui simbol-simbol kebaikan.

Keberagaman kuliner ini memperkaya makna perayaan dan mempererat tali silaturahmi antaranggota keluarga.

Baca Juga: Lebih dari Sekadar Manis, Inilah 7 Fakta Unik Kue Keranjang Saat Imlek

(Mira)