4. Perhatikan Selisih Harga Jual Kembali (Spread)
Penting bagi Anda untuk memahami konsep harga beli dan harga jual kembali (buyback). Selisih antara harga saat Anda membeli dan harga saat Anda menjual kembali disebut dengan spread.
Anda wajib memastikan bahwa Anda menyimpan emas tersebut cukup lama hingga kenaikan harganya melampaui selisih spread tersebut agar Anda mendapatkan keuntungan bersih saat menjualnya nanti.
5. Simpan Emas di Tempat yang Terjamin
Jika Anda memilih emas fisik, Anda harus menyimpannya di tempat yang sangat aman seperti brankas pribadi di rumah atau menggunakan layanan Safe Deposit Box (SDB) di bank. Pastikan juga Anda menyimpan sertifikat keaslian emas tersebut dengan baik.
Sertifikat yang hilang dapat menurunkan harga jual emas Anda di beberapa toko perhiasan atau pegadaian karena memerlukan proses verifikasi ulang yang rumit.
Baca Juga: Terdakwa WNA China Kasus Pencurian 774 Kg Emas di Ketapang Kabur ke Entikong
6. Gunakan Teknik Menabung Secara Konsisten
Anda tidak harus menunggu uang terkumpul banyak untuk membeli emas dalam ukuran besar. Terapkan teknik menyisihkan sebagian gaji setiap bulan untuk membeli emas dalam ukuran kecil, misalnya satu gram atau melalui saldo digital.
Konsistensi dalam membeli jauh lebih penting daripada jumlahnya, karena teknik ini membantu Anda mendapatkan harga rata-rata yang stabil di tengah naik turunnya harga pasar.
Investasi emas adalah tentang kesabaran dan kedisiplinan dalam menjaga aset. Dengan memulai sejak dini, Anda sedang membangun fondasi keuangan yang kuat untuk menghadapi berbagai ketidakpastian ekonomi di masa depan.
(*Sr)
















