“Tujuan kami adalah agar iklan mendukung akses yang lebih luas untuk fitur ChatGPT yang lebih canggih sambil mempertahankan kepercayaan yang orang-orang berikan kepada ChatGPT,” tulis OpenAI dalam keterangan resminya, Rabu (11/2/2026).
Sistem periklanan OpenAI bekerja berdasarkan subjek percakapan pengguna secara real-time. Sebagai contoh, jika seseorang sering menanyakan resep masakan, ChatGPT akan menampilkan tautan sponsor terkait bahan makanan atau layanan pengantaran kebutuhan dapur.
Meskipun mulai menerapkan iklan, OpenAI menetapkan batasan ketat pada kategori tertentu.
Iklan tidak akan muncul saat pengguna membicarakan topik sensitif seperti kesehatan fisik, kesehatan mental, hingga masalah politik. Selain itu, OpenAI melarang penayangan iklan bagi pengguna yang berusia di bawah 18 tahun.
OpenAI juga memberikan kendali penuh kepada pengguna untuk mengelola transparansi iklan. Pengguna dapat melihat riwayat interaksi, memberikan umpan balik, hingga menghapus alasan mengapa iklan tertentu muncul dalam ruang percakapan mereka.
Baca Juga: Mulai Sekarang, Langganan ChatGPT Kena Pajak 11 Persen
Manajemen yang dipimpin Sam Altman ini menegaskan komitmen privasi dengan tidak menjual data percakapan pengguna kepada pihak pengiklan.
Kebijakan bebas iklan tetap berlaku bagi pelanggan paket premium seperti ChatGPT Plus, Pro, Business, Enterprise, dan Education.
Uji coba tahap awal ini baru berlaku untuk pengguna di wilayah Amerika Serikat. OpenAI berencana mendengarkan masukan pengguna selama masa percobaan sebelum memutuskan ekspansi fitur iklan ke wilayah global lainnya.
(*Sr)
















