“Griya Abhipraya menjadi pusat pembimbingan, pemantauan, dan reintegrasi bagi pelaku pidana kerja sosial, termasuk pendampingan keterampilan agar mereka siap kembali ke masyarakat,” ujar Jayanta.
Kepala Bapas Pontianak, Syech Walid, menjelaskan bahwa operasional fasilitas ini melibatkan kerja sama dengan pihak eksternal, yakni Universitas Muhammadiyah Pontianak dan CV Berkah Sappo Mandiri.
Klien Pemasyarakatan akan terlibat langsung dalam pengelolaan peternakan dan kegiatan produktif lainnya sebagai bekal keterampilan kerja.
Pembangunan infrastruktur ini selaras dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang menargetkan ketahanan pangan melalui pemberdayaan warga binaan.
(*Sr)















