4. Batasi Penggunaan Gawai (Gadget)
Di era digital, orang tua wajib memiliki aturan yang tegas mengenai durasi penggunaan gawai pada anak. Paparan layar yang berlebihan dapat menghambat perkembangan sosial dan kemampuan komunikasi anak dengan dunia nyata.
Anda harus mengarahkan anak untuk lebih banyak bermain di luar ruangan atau melakukan aktivitas fisik yang merangsang kreativitas, seperti menggambar, menyusun balok, atau bermain peran.
5. Berikan Apresiasi pada Proses Bukan Hasil
Banyak orang tua seringkali hanya memuji ketika anak mendapatkan nilai yang bagus atau meraih juara. Namun, Anda seharusnya lebih fokus memberikan apresiasi pada usaha dan kerja keras yang telah anak lakukan.
Dengan menghargai proses, anak akan memiliki mental yang tangguh dan tidak mudah putus asa saat menghadapi kegagalan di masa depan. Hal ini membangun pola pikir berkembang (growth mindset) yang sangat penting bagi kecerdasan emosional mereka.
6. Jalin Komunikasi yang Terbuka dan Hangat
Anda harus meluangkan waktu khusus setiap hari untuk mendengarkan cerita atau keluh kesah anak tanpa menghakimi. Komunikasi yang dua arah membangun ikatan emosional yang kuat dan membuat anak merasa aman untuk terbuka kepada orang tua.
Baca Juga: Mengenal Parentification: Ciri Pola Asuh yang Mempertukarkan Peran Orang Tua dan Anak
Ketika anak merasa didengarkan, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan mampu mengekspresikan perasaannya dengan cara yang sehat.
Mendidik anak adalah perjalanan panjang yang membutuhkan kesabaran dan konsistensi.
Dengan memberikan landasan karakter yang kuat dan stimulasi kecerdasan yang tepat, Anda sedang mempersiapkan generasi yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga bijaksana dalam bertindak.
(*Sr)
















