Resep Sambal Terasi Ulek Enak Tanpa Pengawet

Sambal terasi merupakan pelengkap hidangan yang hampir selalu ada di meja makan masyarakat Indonesia. (Dok. Ist)
Sambal terasi merupakan pelengkap hidangan yang hampir selalu ada di meja makan masyarakat Indonesia. (Dok. Ist)

4. Teknik Ulek Manual untuk Tekstur Terbaik

Menggunakan cobek kayu atau batu jauh lebih disarankan daripada menggunakan blender. Mengulek manual memungkinkan minyak alami dari cabai dan bawang keluar secara perlahan, yang justru bertindak sebagai pengawet alami.

Anda bisa menambahkan garam dan gula merah saat proses mengulek. Garam berfungsi sebagai penambah rasa sekaligus bahan alami yang menghambat pertumbuhan bakteri pada sambal.

5. Tumis Kembali Sambal yang Sudah Diulek

Langkah rahasia agar sambal tahan lama adalah dengan menumis kembali sambal yang sudah halus menggunakan minyak yang cukup banyak. Anda harus memasak sambal dengan api kecil hingga warna sambal berubah menjadi lebih gelap dan minyaknya terpisah dari pasta sambal.

Minyak yang berlimpah ini akan menyelimuti sambal dan bertindak sebagai pelindung (segel) alami dari udara luar.

Baca Juga: Rasa Rindu di Setiap Sendok: 5 Masakan Mama yang Cocok untuk Mengobati Homesick

6. Simpan dalam Wadah Kaca Steril

Setelah sambal benar-benar dingin, Anda wajib memindahkannya ke dalam toples kaca yang sudah disterilkan dengan air panas. Pastikan permukaan sambal tertutup rapat oleh lapisan minyak sisa goreng tadi.

Jika disimpan di dalam lemari es, sambal ini dapat bertahan hingga satu bulan, sedangkan di suhu ruangan bisa bertahan hingga satu minggu selama Anda selalu menggunakan sendok bersih saat mengambilnya.

Membuat sambal terasi sendiri di rumah jauh lebih hemat dan terjamin kebersihannya. Dengan mengikuti teknik pengolahan yang benar, Anda kini memiliki stok sambal lezat yang siap menemani setiap waktu makan Anda tanpa khawatir cepat rusak.

(*Sr)