Ekspor ‘Buah Peluru’ dan ‘Buah Bom’ Lewat PLBN Jagoi Babang Melonjak di Awal 2026

Petugas Karantina Kalimantan Barat Satpel PLBN Jagoi Babang melakukan pemeriksaan fisik pada komoditas langsat yang akan diekspor ke Malaysia. (Dok. HO/Faktaklalbar.id)
Petugas Karantina Kalimantan Barat Satpel PLBN Jagoi Babang melakukan pemeriksaan fisik pada komoditas langsat yang akan diekspor ke Malaysia. (Dok. HO/Faktaklalbar.id)

Faktakalbar.id, BENGKAYANG – Aktivitas perdagangan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang mencatatkan tren positif pada awal tahun 2026 melalui pengiriman komoditas unik yang dijuluki “Buah Peluru” dan “Buah Bom” pada Senin (9/2/2026).

Baca Juga: Karantina Kalbar Perkuat Sinergi Pendidikan, Terima Siswa Prakerin di PLBN Jagoi Babang

Julukan tersebut merujuk pada komoditas langsat dan semangka yang kini menjadi primadona ekspor ke negara tetangga, Sarawak, Malaysia.

Berdasarkan data selama bulan Januari 2026, volume ekspor langsat atau “Buah Peluru” mencapai angka signifikan sebesar 244 ton dengan total nilai barang mencapai Rp1.969.226.800.

Pencapaian ini menunjukkan bahwa permintaan pasar internasional terhadap buah tropis lokal tersebut tetap stabil dan kuat.

Menyusul kesuksesan langsat, komoditas semangka yang dijuluki “Buah Bom” karena karakteristiknya yang bulat besar juga mencatatkan angka ekspor yang tinggi.

Pada periode yang sama, jumlah semangka yang melintasi perbatasan mencapai 176 ton dengan total nilai barang sebesar Rp974.222.000.

Baca Juga: Karantina Kalimantan Barat Perkuat Sinergi Internal Melalui Apel Pagi

Tingginya lalu lintas komoditas ini diikuti dengan pengawasan ketat dari pihak otoritas terkait guna memastikan standar keamanan pangan internasional terpenuhi.

Penanggung Jawab Satuan Pelayanan (Satpel) PLBN Jagoi Babang, Noval Isnaeni, menegaskan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk memastikan setiap produk bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).