Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menekankan pentingnya kesiapan sistem dalam pengelolaan koperasi.
“Torasera ini menjadi model awal yang sangat penting. Satu Torasera dapat menjangkau kurang lebih 100 Koperasi Desa Merah Putih di wilayah Kabupaten Kubu Raya. Ini sejalan dengan harapan Bapak Presiden agar koperasi desa tidak hanya dibangun secara fisik, tetapi juga siap secara operasional,” ujarnya.
Secara teknis, Torasera didukung oleh tenaga profesional serta sistem digitalisasi pada bagian kasir dan inventori.
Pencatatan barang dilakukan secara real time melalui dashboard khusus yang memudahkan pengawasan berkelanjutan oleh pemerintah.
Selain fungsi distribusi, Torasera juga berperan sebagai wadah pemasaran produk UMKM lokal dan penyerap tenaga kerja dari kalangan generasi Z serta milenial. Ferry Juliantono mendorong anak muda untuk tidak ragu terjun ke dunia produksi melalui jalur koperasi.
“Koperasi harus menjadi pilihan dan kebanggaan anak muda. Jangan takut berproduksi, karena hasilnya sudah memiliki pasar yang jelas melalui Torasera dan Koperasi Desa Merah Putih,” tegas Ferry Juliantono.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menyatakan komitmennya untuk mengawal pengembangan Torasera ini sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan di daerah.
Baca Juga: Muatan Mobil Tersangkut, Pelaku UMKM Jadi Korban Portal Roboh di Sungai Pinyuh
(Mira)
















