Imlek dan Ramadan 2026 di Pontianak: Harmoni Lampion dan Ketupat di Kota Khatulistiwa

Pemandangan ornamen lampion dan ketupat yang menghiasi Jalan Gajah Mada Pontianak sebagai wujud nyata kerukunan antarumat beragama menyambut Imlek dan Ramadan, Senin (9/2/2026).
Pemandangan ornamen lampion dan ketupat yang menghiasi Jalan Gajah Mada Pontianak sebagai wujud nyata kerukunan antarumat beragama menyambut Imlek dan Ramadan, Senin (9/2/2026). (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Baca Juga: Gubernur Pimpin HLM TPID, Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Imlek, Ramadan dan Idulfitri

Kondisi kota yang kondusif juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Ibrahim, warga Pontianak Timur, mengaku tetap merasa nyaman menjalankan persiapan Ramadan meskipun keramaian Imlek mulai terasa. Menurutnya, hal ini adalah bentuk pendewasaan sosial warga kota.

“Kami tetap bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang. Justru dengan adanya perayaan Imlek, kita semakin belajar saling menghormati dan menjaga toleransi,” tutur Ibrahim.

Senada dengan Ibrahim, Tjhang Sau Khiu, warga yang merayakan Imlek, merasa bersyukur karena tradisi leluhurnya tetap bisa dijalankan tanpa mengurangi rasa hormat kepada umat Muslim.

Kesadaran untuk menjaga ketenangan selama bulan puasa menjadi prioritas bagi warga keturunan Tionghoa dalam merayakan tahun baru mereka.

“Kami merasa dihargai karena tradisi Imlek tetap bisa dirayakan. Di sisi lain, kami juga ikut menjaga agar perayaan tidak mengganggu ibadah Ramadan,” imbuh Tjhang Sau Khiu.

Melalui komitmen bersama antara pemerintah dan warga, toleransi beragama di Pontianak diharapkan terus menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia dalam merawat kemajemukan.

(*Red)