Kepala Karantina Kalimantan Barat, Ferdi menyatakan, “Karantina menjadi garda terdepan dalam memastikan mutu dan kesehatan ikan arwana ekspor. Dengan pengawasan berlapis, Indonesia tidak hanya menjaga reputasi sebagai pemasok ikan hias berkualitas, tetapi juga menunjukkan komitmen terhadap standar internasional,” ungkapnya.
Dengan tren positif ini, arwana super red tidak hanya menjadi komoditas unggulan ekspor Indonesia, tetapi juga menjadi jembatan budaya yang mempertemukan nilai ekonomi dengan tradisi masyarakat Tionghoa.
Melalui pengawasan ketat oleh Karantina Kalbar, produk ini semakin dipercaya di pasar global sebagai produk yang indah, sehat, dan berkualitas tinggi.
(FR)










