Sambut Proyek Strategis Nasional, Bupati Mempawah: Anak Kalbar Jangan Hanya Jadi Penonton

Peresmian groundbreaking enam proyek hilirisasi nasional oleh BPI Danantara yang salah satunya berlokasi di Mempawah dengan nilai investasi total Rp110 triliun.
Peresmian groundbreaking enam proyek hilirisasi nasional oleh BPI Danantara yang salah satunya berlokasi di Mempawah dengan nilai investasi total Rp110 triliun. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, MEMPAWAH – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) secara resmi melakukan peresmian groundbreaking enam Proyek Hilirisasi nasional dengan total nilai investasi mencapai Rp110 triliun.

Salah satu titik lokasi pengembangan proyek strategis tersebut berada di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Baca Juga: Daftar 18 Proyek Hilirisasi, dari Bauksit Mempawah Hingga Aspal Buton

Investasi jumbo ini disebar di 13 daerah di Indonesia, mencakup berbagai sektor vital mulai dari energi, pertambangan, pertanian, hingga peternakan.

Khusus di Kabupaten Mempawah, fokus pengembangan diarahkan pada sektor pengolahan dan pemurnian mineral.

Proyek strategis yang digarap di wilayah ini meliputi pengolahan bauksit, alumina, dan aluminium yang dikelola oleh MIND ID melalui PT Borneo Alumina Indonesia (BAI).

Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat struktur industri nasional.

Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, dalam keterangannya menegaskan bahwa langkah ini merupakan implementasi nyata dari arahan pembangunan nasional untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.

“Indonesia tidak lagi sebagai negara pengekspor bahan mentah, tetapi sebagai produsen bernilai tambah tinggi melalui program hilirisasi,” ujarnya.

Kehadiran Proyek Hilirisasi raksasa ini disambut positif oleh pemerintah daerah.

Bupati Mempawah, Erlina, berharap investasi besar yang masuk dapat membawa dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat setempat, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja.