“Dukungan dan persatuan dari para ulama memberikan kekuatan moral dalam menjalankan amanah untuk menegakkan keadilan di seluruh tanah air,” ujar Presiden, yang menegaskan tidak akan mundur setapak pun dalam memberantas korupsi.
Momen jabat tangan erat antara Presiden Prabowo dan petinggi MUI di akhir acara menjadi simbol bahwa meski terdapat “kerikil” dalam pandangan geopolitik, fondasi kebangsaan di dalam negeri tetap dijaga.
Sinergi ini diharapkan mampu menjadi jembatan dialog untuk meluruskan arah kebijakan bangsa, baik dalam pengentasan kemiskinan di dalam negeri maupun posisi Indonesia di kancah internasional.
(FR)
















